Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango

Cibodas, 5 Juni 2020. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango meluncurkan “Aplikasi Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango”. Apa itu “Aplikasi Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango”? Sebelum kita mengenal lebih jauh, mari kita ikuti dulu ceremony peluncuran aplikasi tersebut.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2020 mengambil tema“Time For Nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus kita jaga kelestariannya. Sejalan dengan tema tersebut, dalam sambutannya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, antara lain menyampaikan bahwa sudah saatnya kita peduli dan menjaga kelestarian alam, karena lingkungan hidup merupakan modal pembangunan. Berbagai manfaat kita dapatkan dari alam, bahkan untuk merawat diri sendiri pun kita ambil dari alam.

Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2020, dibacakan oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Wahju Rudianto, kepada seluruh pegawai TNGGP secara virtual pada saat pembukaan. Pada akhir sambutan Wahju menyampaikan pesan kepada seluruh pegawai Balai Besar TNGGP agar lebih inovatif dalam bekerja, sebagai contoh adalah penyusunan “Aplikasi Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango” yang saat ini diluncurkan. Para fungsional (Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan, dan Penyuluh Kehutanan) diminta untuk lebih aktif dan kreatif untuk untuk menampilkan materi-materi sesuai dengan Tupoksi-nya secara virtual. Dengan demikian kita dapat berbagi dengan masyarakat umum, dan dapat memperlihatkan bukti nyata hasil karya yang baik khususnya untuk kawasan TNGGP sebagai pemberi manfaat yang luar biasa bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Salah satu bukti nyata hasil karya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang sudah dikemas dalam bentuk aplikasi virtual adalah “Aplikasi Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango” yang diluncurkan tepat pukul 10.42 WIB oleh Kepala Balai Besar TNGGP. Bagi yang ingin berkenalan dengan edukasi eco office di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dapat mengakses link http://eco-office-virtual.gedepangrango.org.

Apa saja yang bisa kita lihat dalam aplikasi tersebut? Silakan akses link di atas. Namun sebagai bocoran, dalam “Aplikasi Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango” kita dapat melihat penerapan eco office TNGGP, seperti:


1) Area edukasi (minihydro, area pengelolaan sampah, dan area terbuka hijau) di sekitar kantor Balai Cibodas;

2) Sarana eduwisata, diorama yang berada di lobi kantor Balai Cibodas menjadi salah satu eduwisata yang bertujuan untuk menggambarkan kawasan kosnervasi TNGGP dan menyampaikan informasi sejarah berdirinya TNGGP, potensi alam, potensi wisata, dan prosedur izin pendakian;

3) Etalase sampel sampah an organik dari jalur pendakian Cibodas – Gunung Putri – Selabintana yang dipajang di lobi kantor Balai Cibodas agar menjadi bukti dan pengingat bagi para pendaki untuk tidak pernah meninggalkan sampah selama pendakian;

4) Pembangkit listrik tenaga surya pada shelter kantor balai. Kita sudah menggunakan panel surya sebagai sumber energi, lho…

5) Pemanfaatan air hujan, air hujan yang jatuh di lingkungan kantor Balai Cibodas untuk mengairi kolam ikan;

6) Pemanfaatan air dari kawasan hutan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti untuk wudhu dan air siap minum di Masjid Al-Ikhwan serta dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kantor TNGGP;

7) Mesin air reverse osmosis dan mesin alkali menyediakan pemurnian air siap minum, seluruh pegawai diwajibkan untuk membawa botol air minum masing-masing dan dilarang membawa minuman kemasan di lingkungan kantor;

8) Pengelolaan sampah organik, setiap sampah organik dimasukan dalam lubang berpindah. Setiap tiga bulan sampah organik tersebut akan diambil dan dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman;

9) Ruang terbuka hijau di lingkungan kantor balai yang dapat memberikan suasana sejuk, udara segar, dan dapat menjadi salah satu spot untuk forest healing, selain itu banyaknya tumbuhan di ruang terbuka hijau menjadi rumah dari beberapa satwa liar, sehingga bisa memberikan atraksi wisata yang menarik.

10) Eco Parking dengan tanaman pucuk merah, yang merupakan salah satu jenis tanaman yang mampu menyerap karbondioksida (CO2) lebih cepat, karena laju fotosintesis dari jenis ini sangat cepat.

Di akhir acara Rudianto, kembali menekankan bahwa “Aplikasi Eduwisata Virtual Eco Office Gede Pangrango” ini merupakan langkah pembuka untuk dapat menghasilkan karya-karya lainnya yang lebih baik lagi untuk pembangunan TNGGP dan konservasi nasional bahkan internasional. Kita tunggu inovasi berikutnya dari TNGGP.

Acara ditutup dengan menyanyi “Mars Taman Nasional Gunung Gede Pangrango” secara bersama-sama sebagai pengingat akan keangungan, keindahan, dan keanekaragaman hayati yang tinggi di kawasan TNGGP serta mengajak untuk menjaga kelestarian TNGGP.
Selamat menyimak. Stay at home, masih dianjurkan !

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango