Disribusi Kumbang Perompak Kotoran (scarabaeidae; Coleoptera) Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Peneliti: Setiadi, Lilik Kundar

Topik : Fauna

Tahun : 2004

No. Pustaka:

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui distribusi kumbang perombak kotoran (Scarabaeidae; Coleoptera) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penelitian dilakukan distasiun penelitian Bodogol (SPB) Bodogol pada tanggal 10-12 April 2004. Metode pengambilan sampel kumbang perombak kotoran di lakukan dengan menggunakan kotoran manusia atau kotoran mamalia yang di temukan. Cara memasang perangkap yaitu dengan membungkus kotoran dengan kain kasa sebesar ibu jari, kemudian di ikatkan pada ranting dan di gantung di atas cawan yang berisi air dan ascorbat acid. Pengambilan sampel dilakukan pada jalur cipanyairan I (plot I dan II), Cipadaranten (plot III), dan canopy trail (plot IV), dimana masing-masing plot terdiri dari lima titik pemasang perangkap. Dari hasil pemasangan perangkap diperoleh total 68 individu, dan dari plot IV diperoleh 11 individu. Perbedaan jumlah sample yang didapat dari masing-masing plot dikarenakan antara lain perbedaan faktor ekologis dari setiap plot. Plot I merupakan daerah menuju lembah yang dasarnya menjadi sumber air. Mengingat kebutuhanya yang vital trhadap air, pada umumnya mamalia mempunyai home range sampai ke lembah atau bahkan mungkin habitat pokonya hanya dilembah saja. Sehingga  dengan tingginya jumlah tangkapn kumbang perombak kotoran pada daerah ini menunjukan keragaman dan kuantitas dari kotoran tinggi. Pada plot II merupakan daerah punggungan bukit yang tinggi dan cenderung hanya mamalia besar yang mempunyai habitat dari daerah ini. Salah satu faktor yang berpengaruh langsung terhadap serangga perombak kotoran adalah keberadaan kotoran dari mamalia yang menurun dalam hal variasi maupun kuantitasnya. Adanya aktivitas manusia dalam suatu ekologi alam mengakibatkan gangguan pada aktivitas alamiah yang hidup dan beraktivitas. Dengan demikian variasi dan jumlah kotoran mamalia juga kecil. Hal tersebut berpengaruh pula terhadap keberadaan serangga perombak kotoran yang kelangsungan hidupnya tidak bisa lepas dari kotoran mamalia.