Curug Andamas, Pesona Yang Tak Terbantahkan

Angin bertiup sepoi-sepoi mengiringi derap langkah petugas Resort PTN Goalpara dalam menunaikan rutinitas kegiatan sehari-hari. Ya, patroli dan monitoring satwa liar menjadi salah satu tugas pokok dan fungsi Polisi Kehutanan (Polhut) dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH). Sebagai informasi, saat ini Resort PTN Goalpara digawangi oleh 2 (dua) orang Polhut dan 2 (dua) orang PEH.

Resort PTN Goalpara dengan luas kawasan mencapai 1.012 Ha tentunya memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tak kalah unik dibanding resort-resort lain di TNGGP. Disamping keunikan flora dan fauna, ada juga potensi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTWA) yang belum dikembangkan dan diketahui banyak orang, yaitu fenomena alam berupa Air Terjun atau curug kalau orang sunda menyebutnya.

Untuk diketahui, air terjun/ curug yang terdapat di wilayah Resort PTN Goalpara ini dinamakan “Andamas”, yang merupakan singkatan dari nama-nama petugas yang saat itu bertugas di Resort PTN Goalpara pada tahun 2016 yaitu ANdri, DAdang dan aMAS. Dinamakan demikian oleh petugas, karena pada saat dilakukan pengecekan ke lokasi curug, belum diketahui nama dari curug tersebut. Jadi para petugas berinisiatif memberikan nama “Andamas” untuk memudahkan mengingat curug tersebut.

Ya…ya…, curug Andamas ini terbilang cukup indah. Berada di zona rimba dan memiliki ketinggian sekitar ± 30 m dengan pelataran/ plaza ± 200 m2, Curug Andamas memancarkan keindahan yang luar biasa bagi penikmat alam sejati. Tak kalah pentingnya juga, di sekitar air terjun ini tumbuh berbagai pohon khas hutan hujan tropis seperti jamuju (Dacrycarpus imbricatus), rasamala (Altingia excelsa), bermacam-macam tumbuhan pakis serta yang lainnya, yang utama tentunya menjadi salah satu habitat fauna primata owa Jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), dan berbagai jenis burung.

Jarak atau akses menuju curug tersebut dapat ditempuh ± 30 menit dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dari batas terakhir kawasan hutan dengan perkebunan, sedangkan dari kantor resort berjarak 1 km atau 20 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua mengikuti akses jalan perkebunan yang masih berbatu sampai tiba di batas kawasan hutan.

Harapan besar yang digaungkan petugas resort semoga dikemudian hari keberadaan potensi-potensi khususnya wisata yang belum dikenal ataupun dikembangkan dapat terasa kemanfaatannya bagi masyarakat sekitar maupun para pecinta alam. Salah satu opsi/ pilihan apabila potensi wisata tersebut nantinya dikembangkan pada masa yang akan datang, dapat dikemas dalam wisata minat khusus artinya kunjungan yang dilaksanakan wajib didampingi petugas resort atau Masyarakat Mitra Polhut (MMP) terlatih untuk mengantisipasi resiko terganggunya habitat flora dan fauna.

Penasaran??? …. Sabar ya gaess saat ini belum diperbolehkan untuk kunjungan ke air terjunnya. Semoga kita dapat segera menikmati keindahannya dari dekat.
Salam Lestari !!!

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Teks dan foto : Agus Deni – Pengendali Ekosistem Hutan