Cinta Kita Untuk Bumi Indonesia

Bogor, 7 Maret 2020. Bulan Maret ini merupakan bulan yang spesial untuk kehutanan. Tanggal 6 Maret 2020 Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama empat TN pertama lainnya berulang tahun ke-40, 16 Maret 2020 hari rimbawan ke-37, dan tanggal 21 Maret 2020 hari Hutan Internasional Tahun 2020. Dalam rangka perayaan hari-hari spesial tersebut Balai Bsar TNGGP kembali melakukan pemulihan ekosistem di areal kritis zona rehablitasi blok Cikereteg Resort PTN Tapos, Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor.

Dalam pemulihan ekosistem yang dilakukan bekerjasama dengan PT. Tirta Fresindo Jaya (Mayor Group) dillaksanakan oleh 2 (dua) plant (pabrik) PT. TFJ yaitu plant Ciherang dan plant Cimande. Penanaman kali ini dilaksanakan oleh PT. TFJ Plant Ciherang, dimana tahun ini berhasil ditanam 2.000 bibit pohon jenis lokal pada areal seluas 5 hektare.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program kerjasama (PKS) yang telah disepakati sejak tahun 2016. Di tahun keempat ini selain melakukan penanaman pohon, juga dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya lebah madu.

Pada acara pembukaan, Bambang Mulyawan selaku Kepala Seksi PTN Wilayah VI Tapos melaporkan, bahwa melalui kerjasama ini PT. TFJ telah berhasil memulihkan lahan kritis di TNGGP seluas 21 hektare dengan jumlah bibit yang tertanam sebanyak 12.000 batang, sehingga sampai dengan tahun 2019 untuk PT TFJ Plant Ciherang sendiri telah berkontribusi menanami areal TNGGP seluas 10,5 hektare dari 21 hektare. Selanjutnya Kepala Balai Besar TNGGP yang diwakili oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor, Dadang Suryana dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017 ini patut dibanggakan karena semua pihak baik unsur pemerintah setempat dan khususnya masyarakat penggarap telah mendukung serta bekerjasama dalam mensukseskan program pemulihan ekosistem ini.

Kegiatan kerjasama dalam rangka pemulihan ekosistem berbasis masyarakat ini, dalam pelaksanaannya, melibatkan masyarakat setempat, untuk tahun ini dilibatkan petani yang masih aktif menggarap lahan hutan di blok Cikereteg Desa Bojong Murni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kegiatan di awali dengan melakukan prakondisi pada hari Jumat (28/02/2020) melalui sosialisasi program pemulihan ekosistem dengan mengundang 17 masyakat/ petani penggarap dan aparat pemerintah setempat. Berkat usaha penyadaran dan pendekatan para penyuluh Balai Besar TNGGP yang dilakukan secara humanis, akhirnya sebanyak 17 penggarap bersedia menandatangani pernyataan mendukung upaya penanaman di areal garapan mereka di blok Cikereteg. Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengolah lahan, dengan kewajiban turut serta menanam, menjaga, dan merawat tanaman tersebut. Selanjutnya seiring berkembangnya pemberian alternatif usaha budidaya lebah madu secara perlahan masyarakat penggarap akan meninggalkan areal garapannya.

Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan budidaya lebah madu ini BBTNGGP mendapatkan dukungan dari generasi muda setempat yaitu Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda Desa Bojong Murni. Kumpulan generasi muda yang semangat dan kreatif ini merupakan kelompok tani yang telah lebih dulu mengembangkan usaha budidaya lebah madu. Mereka menilai bahwa kawasan TNGGP sangat potensial sebagai sumber pakan lebah madu. Selain itu melihat tingginya permintaan pasar yang terhadap madu, menjadikan usaha budidaya lebah madu ini memiliki prospek yang bagus. Yang utama bahwa perputaran dana pada budidaya lebah madu lebih cepat dibandingkan dengan usaha ternak lain, dengan biaya pemeliharaan yang lebih ringan.

Jika pemerintah, swasta, dan masyarakat bersatupadu dan bahu-membahu melestarikan kawasan taman nasional, maka untuk mewujudkan “bumi menjadi lebih baik dan lestari” bukan lagi hanya sekedar impian. Semoga.

Teks: Woro Hindrayani (Pengendali Ekosistem Hutan) dan Tarya Nuryahya (Polisi Kehutanan)
Dok: Ayi Rustiadi (Pengendali Ekosistem Hutan)
Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango