Bimbingan Teknis Pengoperasian Pesawat Tanpa Awak

Pada tanggal 1 – 5 Maret 2018 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), digelar Bimbingan Teknis Pengoperasian Pesawat Tanpa Awak (drone). Bimtek ini diselenggarakan oleh Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan serta diikuti oleh perwakilan dari UPT di berbagai daerah Indonesia.

Gatot Soebiantoro selaku Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan dalam sambutannya menyampaikan, “Drone hanya alat, yang penting adalah kita sebagai operator. Diharapkan drone yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai ada drone yang hilang atau rusak tanpa penanganan.” Iyus Purnomo selaku salah satu praktisi drone yang menyampaikan materi menjelaskan bahwa menurut bahasa, drone memiliki arti dengung sehingga segala sesuatu yang berdengung dapat disebut drone. Namun, masyarakat terbiasa menyebut drone sebagai istilah pesawat tanpa awak. Hingga kini, drone dimanfaatkan tidak hanya menjadi bagian dari hiburan dan dokumentasi, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk pemantauan wilayah, mengukur kedalaman lubang tambang, pemetaan wilayah, serta pemeriksaan kesehatan tanaman.

Sebelum memulai sesi bimbingan teknis, peserta diminta mengungkapkan harapannya terkait kegiatan ini. Harapan yang disampaikan berupa mampu mengoperasikan drone dan perangkat lunaknya, mampu memanfaatkan drone di UPT, dapat melakukan mapping di daratan dan perairan dengan drone, serta dapat mengawasi konflik satwa yang terjadi.

Sesuai dengan harapan para peserta Bimtek maka materi kegiatan yang disampaikan dalam Bimtek ini mencakup aeromodelling, pengenalan bagian drone, pilot simulator, fotogrametri dan penginderaan jauh, penerbangan drone, pembuatan mission planner dan jalur terbang, pengolahan data drone, serta pembuatan layout peta di ArcGIS dalam pengelolaan data spasial program GIS.

Sumber: Latifa Nur Artiningsih