Balai Besar TNGGP “double Winner” Di Hkan 2018

Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 diselenggarakan di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Tangkoko, Bitung – Sulawesi Utara, dengan tema “Harmonisasi Alam dan Budaya”. Acara dibuka oleh Dirjen KSDAE pada tanggal 28 Agustus 2018, dihadiri para pejabat Kota Bitung, pejabat Ditjen KSDAE, dan para peserta jambore serta pameran dari setiap UPT. Pada kesempatan ini hadir juga istri Walikota Bitung sebagai ketua tim penggerak PKK serta duta Yaki.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pameran dan Jambore. Dalam kegiatan pameran, materi yang ditampilkan ditekankan pada hal yang terkait harmonisasi alam dengan kehidupan masyarakat, seperti TNGGP sebagai core area dari Cagar Biosfer Cibodas serta potensi Taman Nasional, wisata alam, pembinaan daerah penyangga, potensi budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat sekitar kawasan. Disampaikan dalam desain booth yang menarik dan dinterpretasikan secara komunikatif interaktif.

Kelompok tani konservasi binaan TNGGP turut ditampilkan dalam pameran ini, diantaranya dalam bentuk produk unggulan, yaitu kopi sarongge, teh hijau, benalu teh, sabun serai, manisan paprika, wortel instan, kunyit instan, bit instan serta gobou instan. Pengunjung banyak tertarik untuk mencicipi cita rasa kopi dan teh Sarongge.

Para peserta jambore yang merupakan perwakilan masyarakat di zona penyangga, mendapat pengetahuan dan pengalaman baru pada acara ini. Dengan penuh semangat mereka mengikuti setiap acara yang telah dijadwalkan panitia. Yang paling menarik pada kegiatan ini, menurut mereka adalah workshop penyelamatan satwa, dan field trip ke Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki.

Pada acara puncak, Kamis 30 Agustus 2018, yang dihadiri Menko Perekonomian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gubernur Sulawesi Utara, serta Walikota Bitung, diumumkan bahwa Balai Besar TNGGP mendapat dua gelar terbaik, yaitu Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) berprestasi tingkat terampil “terbaik”, atas nama “Ika Rosmalasari” dan peserta pameran “terbaik”. Dengan demikian dua tahun berturut-turut predikat PEH terampil terbaik ada di Balai Besar TNGGP.

Diharapkan, dengan diperolehnya apresiasi berupa predikat terbaik untuk PEH terampil dalam dua tahun berturut turut ini dapat menambah motivasi segenap staf BBTNGGP dalam meningkatkan kompetensinya untuk pengelolaan TNGGP yg lebih baik.

Salam konservasi….. ! Hu….ha…!!!

Sumber: Wita Puspita Ningrum – Penyuluh BBTNGGP