Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Kembali Menerima Penyerahan Satwa Dari Masyarakat

Pasca penanganan kasus perburuan liar di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Bulan Maret 2017 disamping kegiatan sosialisasi ke masyarakat sekitar yang dilakukan oleh petugas Balai Besar TNGGP, untuk keempat kalinya Balai Besar TNGGP menerima penyerahan satwa liar dari masyarakat sekitar kawasan TNGGP.

Bermula pada tanggal 19 Mei 2017 penduduk Kampung Geger Bentang, Desa Ciloto bernama Yusuf Muhammad umur 26 tahun telah menyerahkan 1 (satu) ekor Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)  dalam keadaaan hidup dan sehat.

Selang 4 bulan pada tanggal 8 September 2017, warga Kampung Cimacan, Desa Cimacan bernama Andi Muhammad Samawi umur 20 tahun  menyerahkan 1 (satu) ekor Ular Sanca Kembang (Python reticulatus).

Bidang PTN Wilayah II Sukabumi pada tanggal 24 Oktober 2017 Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi menerima penyerahan  1 (satu) ekor Kijang (Muntiacus muntjak), 1 (satu) ekor Kancil (Tragulus javanicus), dan 1 (satu) ekor Ular Sanca Kembang (Python reticulatus) dari H.M. Sadar S.R. umur 68 tahun warga Kp. Pondok Tisuk, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Pekan ini, tanggal 17 November 2017 warga masyarakat Kampung Pacet, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur bernama Susi Sundari umur 25 tahun menyerahkan 1 (satu) ekor Kukang (Nycticebus Javanicus) dalam keadaan hidup.

Balai Besar TNGGP  sangat mengapresiasi tindakan warga masyarakat dengan kesadarannya secara sukarela menyerahkan satwa kepada pihak Balai Besar TNGGP. Menurut masyarakat yang menyerahkan satwa peliharaannya,  mereka tersadar bahwa memelihara satwa liar di rumah melanggar undang-undang dan dapat menimbulkan sanksi atau hukuman berat untuk mereka.  Satwa liar yang diserahkan ke Balai Besar TNGGP selanjutnya diserahkan ke Balai Besar KSDA Jawa Barat untuk ditangani lebih lanjut bersama Lembaga Konservasi Satwa.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memandang peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian satwa liar ini merupakan salah satu dampak positif dari kegiatan  perlindungan dan pengamanan hutan di  kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan satwa liar yang sebagian dilindungi ini, maka keutuhan satwa liar dapat terjaga dan semoga ancaman kepunahan terhadap satwa liar dapat diminimalisir.

Sumber: Bambang Mulyawan – Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango