Antara Tugas Dan Tafakur Alam; Monitoring Owa Jawa (hylobates Moloch) Di Bidang PTN Wilayah III Bogor

Sekilas tentang Owa Jawa (Hylobates moloch)
owa 1Owa Jawa atau Hylobates moloch Audebert,1798 (dalam bahasa Inggris, disebut javan gibbon atau silvery gibbon) merupakan jenis primata genus Hylobates dan endemik di Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa  khususnya di Jawa bagian barat dan sebagian di Jawa bagian Tengah. Genus Hylobates yang ada di Indonesia terdapat 6 spesies yaitu: Hylobates moloch, Hylobates muelleri, Hylobates agilis, Hylobates klossi, Hylobates lar dan Hylobates syndactylus dimana tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Mentawai. Owa Jawa merupakan salah satu spesies dari genus Hylobates yang ada di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Menurut Kappeler (1998) dalam Ario et al (2011) Owa Jawa merupakan penghuni kawasan hutan yang terspesialisasi dan memiliki persyaratan habitat sebagai berikut:
1.    Owa Jawa merupakan satwa arboreal, sehingga membutuhkan hutan dengan kanopi yang rapat.
2.    Owa Jawa menyandarkan sebagian besar hidupnya pada pergerakannya melalui brankhiasi atau bergelantung,
3.    Makanan Owa Jawa terdiri dari buah dan daun-daunan dan terpenuhi kebutuhannya sepanjang tahun, sehingga untuk memastikan persediaan makanan sepanjang tahun kawasan hutan bukan merupakan hutan semusim dan hutan harus memiliki keragaman jenis tumbuhan yang tinggi.

Mengenal Lebih Dekat Owa Jawa (Hylobates moloch) di Alam
owa3Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman tinggi baik satwa ataupun tumbuhan. Salah satu satwa yang ada di TNGGP dan merupakan primata endemik Pulau Jawa khususnya bagian barat adalah Owa Jawa (Hylobates moloch). Owa Jawa berdasarkan daftar IUCN pada tahun 2014 tercatat sebagai satwa Endengered (terancam punah) dan berdasarkan PP No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa menyebutkan bahwa Owa jawa termasuk satwa yang dilindungi. Berdasarkan SK Dirjen No. 180/IV-KPTS/2015 Owa jawa termasuk salah satu dari 25 (dua puluh lima) jenis satwa prioritas yang terancam punah. Sehingga dalam rangka pengelolaan keanekaragaman hayati serta tindak lanjut dari kebijakan-kebijakan terkait maka perlu dilaksanakan kegiatan monitoring lanjutan secara periodik untuk memperoleh data berseri (time series).
Bidang PTN Wilayah III Bogor TNGGP telah melaksanakan monitoring Owa Jawa pada tahun 2016. Pelaksanaannya dilakukan oleh Tim PEH Bidang PTN Wilayah III Bogor pada tanggal 20-25 April 2016 dan direncanakan pada tahun ini akan dilakukan sebanyak 3 kali. Monitoring dilaksanakan di Resort Bodogol sebagai site monitoring sesuai SK Kepala Balai Besar TNGGP No. SK. 126/IV-11/BT-5/2015 tanggal 22 April 2015 tentang Revisi Surat Keputusan kepala Balai Besar TNGGP Nomor: Sk. 83/IV-11/BT-5/2015 tanggal 12 Maret 2015 tentang Site Monitoring dan Baseline Data Spesies Prioritas Utama Terancam Punah TNGGP.
Menurut data sementara dari lapangan tim monitoring mencatat 19 perjumpaan individu Owa Jawa. Pengamatan dilakukan sebanyak dua kali ulangan pada jalur yang sama yaitu pagi dan sore. Dalam beberapa kali pengamatan sore terjadi hujan, hal ini mengakibatkan tidak ditemukannya keberadaan Owa Jawa. Hasil dari kegiatan monitoring tersebut diharapkan bisa menjadi acuan dalam kebijakan kedepan terkait pengelolaan Owa Jawa yang ada di alam baik sebaran, populasi, potensi habitat, potensi ancaman, atau potensi atraksi wisata.

Selain laporan yang dihasilkan, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai tafakur alam yaitu perbuatan yang diperintahkan dalam agama dan ditunjukkan bagi mereka yang memiliki pengetahuan untuk merenungkan berbagai fenomena alam. Terdapat beberapa aktivitas Owa Jawa yang bisa dijadikan bahan renungan dan pembelajaran. Pola aktivitas harian Owa Jawa begitu disiplin dari pagi sudah mulai beraktivitas hingga sore hari, siang harinya digunakan untuk beristirahat dengan saling mencari kutu antara jantan dan betina pasangannya, atau antara ibu dan anaknya. Malam harinya Owa Jawa tidur pada percabangan pohon (Conservation International Indonesia, 2000 dalam Mahardika, 2008). Owa Jawa hidup berkelompok, berkeluarga secara monogami. Owa Jawa memiliki tingkat kesetiaan tinggi pada pasangannya. Dan masih banyak lagi yang bisa kita pelajari dari fenomena alam ini khususnya perilaku primata yang satu ini. Berikut Ayat-ayat Al-Quran yang bisa kita renungkan bersama, dan pada akhirnya kita bisa lebih dekat dengan Sang Pencipta melalui Tafakur Alam..

QS. Al-‘Imran Ayat 190-191:
quran1Artinya: “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”

QS. Al-Baqarah Ayat 164:
quran2Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.
Salam Konservasi

[Teks : Agung Gunawan, S.Hut Foto : Iyan Sopian|@tnggp|11052016|Agung G]

REFERENSI:
Ario A., Supriatna J, Andayani N (Eds). 2011. Owa (Hylobates molloch Audebert 1798) di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Conservation International, Jakarta.

Mahardika, Yessi. 2008. Pemilihan Pakan dan Aktivitas Makan Owa Jawa (Hylobates moloch) Pada Siang Hari di Penangkaran Pusat Penyelamatan  Satwa Gadog, Ciawi. Skripsi. Program Studi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

QS. Al-‘Imran Ayat 190-191

QS. Al-Baqarah Ayat 164