Anggota Keluarga Rasamala Bertambah Satu

“Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga”, potongan lirik lagu dari sinetron “Keluarga Cemara” begitu familiar bagi generasi 90-an. Ya.. “Keluarga Cemara” menceritakan bahwa semangat, keceriaan dan harapan segalanya demi keluarga. Keberadaan keluarga yang selalu ceria akan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar yang lebih luas. Begitupun dengan keberadaan keluarga owa jawa (Hylobates moloch). Lalu apa pentingnya keluarga owa jawa untuk kita sebagai manusia?

Lahirnya bayi owa jawa di TNGGP selalu memberikan harapan bahwa setidaknya sampai saat ini habitatnya baik-baik saja. Owa jawa senantiasa berada di garda terdepan untuk “menanam pohon” tanpa pamrih, sehingga kesehatan hutan akan terjaga, yang berdampak pada terjaganya sumber air bersih bagi kita. Tugas kita sebenarnya mudah, biarkan mereka dengan tenang dan nyaman “bermain” di habitatnya. Menjadi sulit jika ada keserakahan dalam diri kita terhadap alam.

Perlu diingat bahwa owa jawa merupakan primata setia yang terancam punah. Selama hidupnya hanya memiliki 1 “teman hidup”. Jika ada manusia jahil mengambil bayi/ anaknya, pastilah sang induk akan dibunuh. Pasangan sang induk stres dan biasanya berakhir pada kematian. Terbayangkan mengambil 1 bayi owa jawa akan mematikan 1 keluarga. Kabar baiknya, di TNGGP tidak ada perburuan owa jawa. Bahkan sering terpantau owa sedang mengasuh anak atau bayi, salah satunya hasil pemantauan seorang mahasiswi IPB yang sedang peneitian untuk Skripsi di Resort Bodogol.

Tanggal 12 Maret 2020, seorang mahasiswi IPB yang didampingi petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sedang melakukan penelitian terkait perilaku owa jawa di Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) Resort Bodogol. Sebelumnya keberadaan induk dan bayi owa jawa tersebut terpantau oleh petugas Resort PTN Bodogol dalam kesempatan patroli pengamanan hutan namun belum ‘terdokumentasikan’ dengan jelas. Sungguh menggembirakan, akhirnya mereka berhasil mendokumentasikan bayi owa jawa dari “keluarga rasamala”.

Kami menyebut keluarga owa jawa tersebut adalah keluarga rasamala, karena teritorinya di areal yang didominasi oleh pohon rasamala. Saat ditemukan diperkirakan bayi tersebut berumur kurang dari 2 minggu. Keluarga ini pada pertengahan tahun 2017 juga telah ditemukan bayi. Di sekitar PPKAB Resort PTN Bodogol saat ini terpantau tidak kurang dari 15 keluarga owa jawa yang hidup di habitat alaminya. Menurut Geissmann (1991) dalam Rahmudin (2009) menyatakan bahwa interval kelahiran owa jawa berkisar antara 3 – 4 tahun. Itu artinya, adiknya diduga akan lahir pada tahun 2020 atau 2021. Penantian sang adik dari keluarga rasamala ini pernah dimuat pada https://dataalam.menlhk.go.id/berita/2019/01/22/menanti-owa-jawa-junior-di-bodogol. Dan sekarang Alhamdulillah penantian itu telah tiba.

Ada salam dari bayi owa jawa untuk kita, katanya: “Selamat hari hutan sedunia dan hari air sedunia. Jaga keluarga kami seperti kalian jaga keluarga kalian. Tanpa kami, kalian hanya butiran debu”.

Salam konservasi…!

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
Teks : Agung Gunawan (PEH TNGGP)

Foto : Hapsari (Mahasiswi DKSHE Fahutan IPB)