Aksi Bersih Gunung Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ke-38, Hari Bhakti Rimbawan ke-35, dan Hari Hutan Internasional ke-6, serta persiapan Balai Besar TNGGP menuju “Zero Plastic”, juga berpartisipasi mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Gerakan 3 Bulan Bersih Sampah”, Balai Besar TNGGP akan menyelenggarakan Operasi Bersih Gunung dengan tema “Bekerja Bersama dengan Kreativitas dan Inovasi dalam Menjaga dan Melestarikan Kawasan TNGGP”.

Tujuan dari kegiatan ini, yaitu membersihkan jalur pendakian baik sampah, vandalisme maupun benda lain yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pendaki. Selain itu, operasi bersih gunung bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi para pihak terhadap kelestarian TNGGP.

Kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 14 sampai 15 Maret 2018 untuk jalur pendakian Gunung Putri dan Cibodas serta tanggal 23 sampai 25 Maret 2018 untuk jalur pendakian Selabintana menjelang dibukanya pendakian 1 April 2018. Operasi bersih gunung ini terselenggara atas kerjasama antara Balai Besar TNGGP dengan mitra dan masyarakat sekitar, yaitu TNI, kepolisian, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA); Volunteer (Montana, GPO, Panthera), dan mitra lainnya.

Tim operasi bersih gunung akan dilepas secara ceremonial oleh Kepala Balai Besar TNGGP di pintu masuk Gunung Putri pada Hari Rabu, 14 Maret 2018. Aksi bersih dilaksanakan sepanjang jalur pendakian melalui pintu Gunung Putri dan pintu Cibodas (14 sampai 15 Maret 2018) serta untuk pintu Selabintana (23 sampai 25 Maret 2018).

Secara rinci jalur yang digunakan:
a. Jalur Gunung Putri: tanah merah – pos informasi lama – Legok Leunca – Buntut Lutung – Lawang Saketeng – Simpang Maleber – Alun-alun Surya Kancana Timur – Alun-alun Surya Kancana Barat – Puncak Gumuruh/ terowongan (jalur ziarah) – Puncak Gede.
b. Jalur Cibodas: Rawa Denok – Batu Kukus – Air Panas – Kandang Batu – Panca Weuleuh – Kandang Badak – Puncak Pangrango.
c. Jalur Selabintana: Pondok Halimun – Simpang Gondrong – Gegeber – Cileutik – Alun-alun Surya Kancana Barat (arah Sukabumi).

Sampai saat ini operasi bersih gunung merupakan kegiatan rutin untuk menanggulangi masalah sampah dan hal lain yang mengganggu keamanan dan keamanan pendaki. Namun akar permasalahannya adalah rendahnya tingkat kesadaran para pendaki. Jadi bagaiman seharusnya pengelolaan pendakian yang terbebas dari sampah? Ini yang menjadi tanggung jawab bersama.

Balai Besar TNGGP sudah mengupayakan berbagai cara dalam menanggulangi masalah sampah melalui 4R (Reduce, Rescue, Reuse, dan Recycle). Kegiatan yang terkelompokan pada “reduce” antara lain melalui penyuluhan (himbauan, peringatan, dan pembinaan), pemeriksaan, serta pembatasan bawaan pendaki. Untuk sampah yang sudah terlanjur ada dalam kawasan konservasi dilakukan “rescue”, melalui operasi bersih gunung yang rutin dilakukan sejak tahun 1980-an, setidaknya dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Maret dan Bulan Agustus pada saat kegiatan pendakian ditutup untuk umum. Untuk kegiatan “reuse” dan “recycle” serta sekaligus penyadarpedulian masyarakat di sekitar, Balai Besar TNGGP telah melaksanakan berbagai program, antara lain pembentukan “Bank Sampah Assalam” dan pembinaan home industry yang mengolah dan memanfaatan sampah.

Sumber: BBTN Gunung Gede Pangrango