Akhirnya Tuntaslah Sudah Rencana Teknik Tahunan Rhl Pun Ditandatangani

Bogor, 27 Mei 2019. Rencana Teknik Tahunan Rehabiltasi Hutan dan Lahan (RTnRHL), akhirnya selesai juga tersusun dan ditandatangani para pihak, di “Bogor Icon Hotel” pada tanggal 27 Mei 2019. RTnRHL ini ditandatangani oleh Kepala Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Citarum Ciliwung, Kepala Balai Besar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP).

Acara ini dihadiri pula oleh Ida Bagus Putra Prathama (Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung), Listya Kusumawardani (Direktur Pemolaan dan Informasi Konservai Alam mewakili Dirjen KSDAE), Ammy Nurwati (Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat), dan Wahju Rudianto (Kepala Balai Besar TNGGP).

Dalam sambutannya Dirjen BPDASHL mengatakan bahwa persoalan RHL di Propinsi Jawa Barat dan Banten amat mendesak dan prioritas, sehingga perlu dilaksanakan RHL. Dirjen BPDASHL juga berharap agar kegiatan yang sangat luhur bagi manusia dan alam ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, tertib administrasi dan selalu mengupdate system, monitoring RHL lewat Sistem Informasi Tanaman Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Sitar Hutla).

Sementara itu, menurut Kepala BPDASHL Citarum Ciliwung, tutupan lahan di areal konservasi memiliki peran yang sangat penting dalam pengendalian erosi pada kondisi tofografi lahan yang curam dan pengaturan tata air. Untuk itu dialokasikan anggran RHL seluas 2.998,45 ha di kawasan Balai Besar KSDAE Jawa Barat dan 689,62 ha di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Mudah-mudahan harapan Pak Dirjen dapat dilaksanakan dengan baik sehingga eksosistem hutan cepat pulih dan berfungsi seperti sediakala. Aamiin…

Sumber: Balai Besar TNGGP