Agar Alam Lestari Bidang PTN Wilayah I Cianjur Laksanakan School Visit Di Mandalawangi

Dengan semakin tingginya jumlah penduduk dan semakin majunya  teknologi, menyebabkan laju kerusakan lingkungan hidup semakin cepat, termasuk di dalamnya kerusakan sumber daya alam.  Dampak dari kerusakan  sumber daya alam dan lingkungan hidup ini sudah lama dirasakan antara lain dengan timbulnya pemanasan global, terjadinya krisis air bersih, udara yang kotor, timbulnya berbagai penyakit dan lain-lain.
Kerusakan sumber daya alam, tidak disebabkan kemajuan teknologi, namun karena ulah manusia yang kurang selaras dengan alam. Oleh karena itu untuk mengatasi kerusakan perlu disertai penyadarpedulian masyarakat akan upaya konservasi.
Dalam rangka penyadarpedulian masyarakat tersebut, sesuai dengan fungsinya sebagai tempat pendidikan, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah, sedang, dan akan terus  melakukan pengembangan model pendidikan konservasi dan lingkungan hidup bagi masyarakat di sekitarnya.  Diantaranya melalui kunjungan anak sekolah ke taman nasional (school visit), kunjungan personil TNGP ke sekolah (visit to school), kemah konservasi, dan lain-lain.
Pada hari Selasa tanggal 21  Maret 2017, BBTNGGP melalui Bidang PTN Wilayah I Cianjur melaksanakan kegiatan School Visit di Resort Wisata Mandalawangi, dengan peserta sebanyak 30 orang pelajar SD Negeri Gunung Batu Cipanas. Peserta difasilitasi enam mentor (tiga orang mentor utama dan tiga orang mentor pembantu).
Materi yang disampaikan adalah pengenalan kawasan konservasi, pengenalan keanekaragaman potensi hutan, dan pengenalan ekosistem perairan. Semua materi disampaikan dalam bentuk permainan (games).  Permainan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini antara lain valet warna, peta suara, transek sungai, dan lain-lain.
Menurut ketua panitia pelaksanaan school visit, Agay “kegiatan ini perlu, school visit ini idealnya dilakukan sebanyak 25 kali per bulan.  Namun karena berbagai keterbatasan baru bisa dilakukan 5 kali per tahun, satu kegiatan didanai DIPA, selebihnya berswadaya atau bekerjasama dengan mitra”.
Agay juga berharap partisipasi aktif dari para pihak untuk membantu kelancaran pelaksanaan pendidikan konservasi lingkungan, sehingga upaya penyadarpedulian akan lebih intensif dan masyarakat akan peduli dengan upaya konservasi sumber daya alam.  Mudah-mudahan.

Teks : Andie Martien Kurnia – BBTNGGP