37th Lovely Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (1980 – 2017)

Keberadaan TNGGP untuk pertama kali dituangkan dalam Pengumuman Menteri Pertanian Nomor: 811/Kpts/Um/II/1980 tanggal 6 Maret 1980 tentang Pengumuman 5 (Lima) Taman Nasional (TN) di Indonesia, yaitu; TN. Gunung Leuser, TN. Ujung Kulon, TN. Gunung Gede Pangrango, TN. Baluran, dan TN. Komodo.

Sebagai kawasan konservasi, TNGGP memang sudah dikenal secara internasional sejak zaman dahulu, saat para pengembara barat (para peneliti botani Belanda) mampir di kawasan ini. Secara nasional, kawasan konservasi di kompleks Gunung Gede Pangrango mempunyai arti penting dalam sejarah konservasi dan penelitian botani, karena wilayah ini merupakan kawasan konservasi yang pertama di Indonesia ditetapkan sebagai Cagar Alam Cibodas, pada tahun 1889.

Tepat tanggal 6 Maret 2017 Balai Besar Taman Gunung Gede Pangrango  (TNGGP) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 dengan mengusung tema “37th Lovely Taman Nasional Gunung Gede Pangrango”. Festival Gede Pangrango dalam rangka HUT TNGGP ini dilaksakan berbagai kegiatan, diantaranya: apel HUT TNGGP ke-37, pemotongan tumpeng, fun games, aneka lomba (balap karung, tarik tambang, macing, karaoke, gapleh, bola volly, dan tumpeng), serta hiburan lainnya.

Tema HUT TNGGP ke-37
Dalam amanatnya, pada acara apel, Kepala Balai Besar TNGGP Adison, S.E., mengatakan, “Kita jangan larut berbangga diri dengan apa yang didapat, waktu demi waktu zaman demi zaman tantangan ke depan semakin berat dan semakin kuat, oleh karena itu saya menghimbau kepada diri saya pribadi dan kita semua mari kita menjalin komunikasi dan koordinasi internal yang lebih cantik dan lebih harmonis dalam suasana kekeluargaan. Selanjutnya untuk eksternal dari TNGGP mari kita bangun kolaborasi dengan berbagai pihak baik itu masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, pihak swasta, dan media sesuai program Kementerian LHK dan kita harus dapat memberikan publikasi yang baik dan cepat serta bermanfaat bagi semuanya”.

Apel HUT TNGGP, Pemotongan Tumpeng, dan Foto Bersama

Acara dilanjutkan dengan fun games yang dipandu oleh Event Organizer (EO) dilaksanakan di Resort Mandalawangi. Fun games ini dimaksudkan untuk menambah keakraban dan kekompakan antar pegawai. Guyuran hujan dan lapangan yang becek berlumpur tidak menyurutkan semangat peserta fun games, semua bergembira menikmati suasana kebersamaan dalam kesederhanaan dan penuh kehangatan sesuai dengan tema yang diusung “37th Lovely TNGGP”.

Fun Games Menambah Keakraban dan Kekompakan antar Pegawai TNGGP

Tidak kalah serunya lomba balap karung dan tarik tambang walau dalam kondisi lapangan yang berlumpur dan becek. Peserta putra dan putri saling bersaing bertanding antar balai dan semua bidang wilayah. Saking semangatnya berlomba, para pembalap banyak yang sampai terjatuh tersungkur. Begitu juga dengan lomba karaoke dan mancing dilaksanakan sampai sore dan lomba gapleh sampai malam, ibu-ibu Dharma Wanita TNGGP pun ikut menyemarakan Festival Gede Pangrango dengan berpartisipasi dalam lomba tumpeng.

Aneka Lomba Meriahkan HUT TNGGP ke-37

Pada hari kedua, tanggal 7 Maret 2017, kegiatan dilanjutkan dengan lomba bola volly putra dan putri antara balai, bidang wilayah, serta Dharma Wanita TNGGP, acara dimeriahkan hiburan organ tunggal. Festival Gede Pangrango dalam peringatan HUT TNGGP ke-37 ini tidak hanya dilaksanakan intern lingkup Balai Besar TNGGP tetapi juga melibatkan pihak lain. Melalui kerjasama dengan Pemerintah Daerah Cianjur akan dilaksanakan kegiatan Expo Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai wahana publikasi, promosi, dan pendidikan yang pelaksanaannya masih didiskusikan.

Peringatan HUT TNGGP ke-37 ini tidak dimaksudkan semata-mata untuk berhura-hura dan bersuka ria, namun penuh makna yang tersirat di dalamnya. Pada momentum ini kita bisa merenung bersama, apa yang telah kita berikan untuk TNGGP dan masyarakat. Sesuai dengan NAWA CITA-nya Pemerintahan Pak Joko Widodo dan Pak Jusuf Kala,  kita sebagai pemerintah,  harus “hadir” dimanapun masyarakat berada. Maksudnya TNGGP sebagai UPT Kementerian LHK harus selalu memberikan nilai manfaat bagi masyarakat luas. Untuk itu, mari kita tingkatkan pembangunan TNGGP yang telah dimulai para senior pendahulu kita, menuju taman nasional yang lebih bermanfaat bagi masyarakat baik di level nasional maupun internasional.

Dirgahayu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango semoga menjadi taman nasional terdepan dalam pembangunan konservasi.  “37th Lovely Taman Nasional Gunung Gede Pangrango”.

Teks: Poppy Oktadiyani
Dok: Randi