Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

 


Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Berita

PEMBERITAHUAN

20 Mar 2014 | Kirim TemanCetak

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Akan Memberlakukan Tarif Tiket Masuk dan Pungutan Jasa Wisata Alam Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.12 Tahun 2014

Selengkapnya…

Interpol : A journey to the Indonesian rain forest

6 Feb 2014 | Kirim TemanCetak

A journey to the Indonesian rain forest

Indonesia’s Javan Gibbon at Gunung Gede Pangrango National Park

Indonesia’s Ministry of Forestry runs a reintroduction program in more than 50 national parks to boost the  survival of endangered species.  Six of its parks are World Heritage Sites, eight others are part of the World Network of Biosphere Reserves and six are wetlands of international importance under the Ramsar convention. Nine other national parks focus on endangered marine species and are coast-situated. Selengkapnya…

Pengantar Tugas, Purna Tugas Dan Pelantikan Kepala Resort Lingkup Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

20 Jan 2014 | Kirim TemanCetak

Pada  hari Jumat, 17 Januari  2014 Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ( BB TNGGP) menyelenggarakan acara Pengantar  Tugas, Purna Tugas dan Pelantikan Kepala Resort Lingkup Balai Besar TNGGP bertempat di Aula Kantor Balai Besar TNGGP. Selengkapnya…

Kegiatan

“Selamat Ulang Tahun TNGGP”

3 Apr 2014 | Kirim TemanCetak

TNGGP berulang tahun di musim basah

Pada tanggal 06 Maret 2014 ini Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berulang tahun yang ke-34.   Hari jadi TNGGP ini ditetapkan berdasarkan tanggal diumumkannya kawasan konservasi ini menjadi Taman Nasional yang pertama di Indonesia (bersama empat Taman Nasional lainnya), oleh Menteri Pertanian.  Sebelumnya kawasan konservasi di kompleks Gn. Gede Pangrango berstatus sebagai cagar alam tertua di Indonesia, ditetapkan berdasarkan Besluit van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie pada tanggal 17 Mei 1889. Selengkapnya…

Pelepasliaran Keluarga Owa Jawa Dari JGC-TNGGP di Hutan Lindung Gunung Malabar, Jawa Barat

2 Apr 2014 | Kirim TemanCetak

Setelah menjalani proses rehabilitasi selama enam tahun di Javan Gibbon Center (JGC), Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) , pada tanggal 27 Maret 2014 satu keluarga owa jawa yang terdiri dari sepasang induk jantan betina dan dua anaknya dapat dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan Hutan Lindung Gunung Malabar, Bandung, Jawa Barat. Dalam sejarah konservasi, program pelepasliaran yang melibatkan satu unit keluarga owa jawa belum pernah dilakukan sebelumnya. Peristiwa unik ini tidak saja menggambarkan keberhasilan program rehabilitasi owa jawa, tetapi juga memberikan kesempatan emas bagi para peneliti dan penggiat konservasi untuk mengkaji proses adaptasi satwa langka ini di habitat aslinya setelah bertahun-tahun hidup dengan manusia. Program Rehabilitasi Owa Jawa di Bodogol TNGGP merupakan kerjasama multi pihak yang terdiri dari pengelola kawasan TNGGP, Universitas Indonesia, Yayasan Owa Jawa, dan Conservation International Indonesia. Selengkapnya…

Artikel

Satwaku yang hilang telah kembali

1 Apr 2014 | Kirim TemanCetak

Ajag (Cuon alpinus Pallas, 1811:34)
Dhole Asiatic Wild Dog

Daerah penyebaran yang terbatas dan habitat yang cenderung menyempit, serta banyak dianggap sebagai musuh (hama) oleh masyarakat, maka kelestarian ajag sangat rawan. Populasinya di dunia diperkirakan tinggal 2.500 ekor saja, menyebar di dataran Asia mulai dari Bangladesh, Bhutan, Kamboja, China, India, Tajikiztan, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Russia, Kazakhstan, Thailand, Vietnam dan Indonesia. Oleh karena itu organisasi konservasi alam internasional (IUCN) mengklasifikasikan jenis satwa ini sebagai satwa yang hampir punah (endangered) dan masuk appendik II dalam CITES, yang berarti pemanfaatannya sangat terbatas dengan sistem penjatahan (quota) dan pengawasan yang ketat. Pemerintah RI telah melindunginya sejak tahun 1931; Saat ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Selengkapnya…

Cibodas Biosphere Reserves

20 Mar 2013 | Kirim TemanCetak

Situated in the province of West Java in the south of Jakarta, Cibodas Biosphere Reserve is an example of an ecosystem in the humid tropics undergoing strong human pressure.

The Gunung Gede-Pangrango National Park constitutes the core area of the biosphere reserve. It includes two twinned volcanoes and mountainous rain forests with many Javan endemic species.

The buffer zone comprises for a large part production forest, tea plantations and horticulture fields. Rice irrigation fields and human settlements mostly cover the transition area.

Declaration Date: 1977
Surface Area
: : 21,975 ha
Administrative Division: Cianjur, Sukabumi and Bogor West Java

Selengkapnya…