Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

 


Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Berita

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dengan Kejaksaan Negeri Cibinong

13 Jan 2012 | Kirim TemanCetak

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia dengan luasan saat ini adalah 22.851,03 ha. TNGGP terletak di 3 (tiga) kabupaten yakni Cianjur, Sukabumi dan Bogor merupakan perwakilan hutan tropis pegunungan Pulau Jawa yang paling utuh dengan potensi keanekaragaman hayati yang tertinggi di Jawa. Selain keanekaragaman hayati flora dan fauna, TNGGP juga menghasilkan potensi jasa lingkungan yang tinggi seperti air, karbon, dan bentang alam sebagai objek wisata. Khusus potensi air,  TNGGP memiliki peranan penting mengingat TNGGP merupakan hulu dari 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS) yakni DAS Citarum, DAS Cimandiri, DAS Cisadane dan DAS Ciliwung yang menghasilkan 213 milyar liter air pertahun. Selengkapnya…

Gunung Gede-Pangrango National Park : The Most Visited National Park in Indonesia

30 Des 2011 | Kirim TemanCetak

vv

Because of its easy access, the Mount Gede-Pangrango National Park with its spectacular panorama is a favourite site with visitors.  Located in the province of West Java this Park encompasses the peaks of Mt. Gede, Mt. Pangrango.  Around these peaks are tea plantations, recreation parks, waterfalls, hot springs, lakes and accommodation facilities within the park as around its periphery. The Park was declared nature conservation area in 1889, although prior to this the Cibodas Botanical Gardens was already established here in 1830, where cinchona (quinine) and coffee were first cultivated to become Java’s most prominent exports in the 19th century. Selengkapnya…

Menikmati Pesona Bawah Laut Tulamben

22 Des 2011 | Kirim TemanCetak

mm

NEGERI “Para Dewa” ini memang tak akan pernah habis untuk diceritakan. Pesona alamnya yang begitu indah, serta ragam budayanya, membuat Bali selalu menarik untuk diceritakan. Bali adalah “surga’ yang membuat kita selalu rindu. Rindu untuk kembali menjelajahi seluruh persona budaya dan alamnya.

Atas undangan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung (PJLK2HL), Kementerian Kehutanan, Liputan ekowisata kali ini berbeda dari biasanya. TROPIS berkesempatan meliput langsung kegiatan dan pemanfaatan jasa Iingkungan di area Taman Nasional dan Cagar Alam yang ada di Pulau Dewata ini. Melihat, bagaimana sebuah konsep wisata dikemas, menjadi sebuah kegiatan pariwisata yang indah dan beda dari biasanya.

Selengkapnya…

SOROT

Penutupan Pendakian 1 Januari-31 Maret 2012

1 Jun 2010 | Kirim TemanCetak

Penutupan Kegiatan Pendakian Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem Hutandi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, maka pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2012, kegiatan pendakian untuk umum di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) DITUTUP. Silahkan klik BERITANYA

Pendakian Gunung Gede Pangrango sejak April 2010 telah menggunakan sistem Booking Online. Prosedur/aturan terkait booking online yang harus diketahui dan dipedomani oleh seluruh calon pendaki yaitu :

1. Diagram-alur-booking-online

2. Ketentuan-umum-pendakian-TNGGP

3. Surat-pernyataan-independen

4. Surat-pernyataan-organisasi

5. Surat-ijin-orangtua

6. Form-barang-bawaan-yang-menghasilkan-sampah

7. Form-perjumpaan-satwa

[ teks © TNGGP | 062010 | Yanie – Red ]

Kegiatan

Selama 12 Tahun Penutupan Hutan TNGGP Semakin Membaik

15 Jan 2012 | Kirim TemanCetak

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu dari taman nasional tertua di Indonesia dan termasuk kedalam 21 Taman Nasional Model yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan. Saat ini TNGGP merupakan perwakilan hutan hujan pegunungan di pulau Jawa yang paling utuh, untuk itu diperlukan upaya khusus untuk mengetahui keutuhan dan atau kelestarian TNGGP.

Selengkapnya…

Bank Mandiri Selamatkan Hutan Melalui Program Adopsi Pohon di TNGGP.

27 Nop 2011 | Kirim TemanCetak

Mandiri menanam

Sabtu 26 November 2011, sekitar 40 orang dari Bank Mandiri melakukan penanaman 800 pohon atau sekitar 2 ha di Blok Pasir Ipis, Resort Cimande, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).Penanaman tersebut dilakukan melalui Program Adopsi Pohon yaitu program penanaman pohon dengan pemeliharaan selama 3 tahun termasuk didalamnya terdapat kegiatan pemberdayaan dan bantuan modal usaha terhadap masyarakat sekitar kawasan TNGGP.

Selengkapnya…

Artikel

Keluarga Bartels, Kisah Hidup Keluarga Penemu Elang Jawa Dari Pasir Datar Ciparay Sukabumi, Sebuah Tragedi Ilmu Pengetahuan

19 Des 2011 | Kirim TemanCetak

Oleh Ardi Andono, MSc (1)

Bagi masyarakat Indonesia, saat ini popularitas Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) sudah hampir sejajar dengan Badak Jawa, Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera dan Orang Hutan. Popularitas ini menobatkan Elang Jawa menjadi satwa nasional sejak tahun1993. Namun jika kita bertanya siapakah penemu Elang Jawa? Bagaimaan kisah hidupnya? dimanakah hasil karya-karyanya? Sumbangsih apa yang telah diberikan bagi dunia ilmu pengetahuan Indonesia? Tentu sangat sedikit yang tahu.

Bartels merupakan nama (keluarga) dari penemu Elang Jawa yang ternyata telah menemukan 21 species baik berupa burung, kelelawar, dan tikus, 7 diantaranya masuk dalam Red List IUCN, serta 2 genus tikus-tikusan. Selain itu, ribuan specimen dan telur burung koleksi pribadi “dirampok” oleh  Ilmuwan Belanda dengan menggunakan jasa tentara Jepang, saat ini koleksi tersebut berada National Museum of Natural History (NMNH) Leiden, The Netherlands. Selengkapnya…

Pembinaan Pamswakarsa di Desa Kebon Peteuy

7 Okt 2011 | Kirim TemanCetak

Oleh: Aden Mahyar, SH

Sejarah pembentukan Pam Swakarsa

Sejarah PAM Swakarsa di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) khususnya di Seksi Konservasi Wilayah III Cianjur desa Kebon Peteuy tidak langsung dibentuk dari sumber anggaran Negara yaitu dari anggaran dana reboisasi tahun anggaran 2003 melainkan melalui proses panjang yang dirintis pihak pengelola. Pembentukan Pamswakarsa pada tahun itu hanyalah merupakan pengakuan atau pengukuhan  dari pihak pengelola terhadap kelompok masyarakat yang peduli akan kegiatan pelestarian kawasan hutan TNGGP. Selengkapnya…