Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

 


Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Berita

SEORANG PENGUNJUNG TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO MENINGGAL PADA SAAT DIEVAKUSI

5 Mei 2015 | Kirim TemanCetak

Pada hari Kamis tanggal 30 April 2015, seorang pendaki atas nama M. Aan Ruslan Arif umur 45 tahun, meninggal dunia saat dievakuasi dari Blok Batu Kukus ke Resort Cibodas, Seksi PTN Wilayah I Cibodas, Bidang Pengelolaan Wilayah I Cianjur.

Kronologis kejadian tersebut, pada tanggal 30 April 2015 jam 16.00 seorang pendaki bernama Firman Taufik yang beralamat di Jln. Aria Cikondang Gg. Pangrango Cianjur, melaporkan kepada petugas Resort Cibodas bahwa ada pendaki yang sakit di Blok Batu Kukus I.Berdasarkan laporan tersebut pada jam 16.10 WIB tim evakuasi yang beranggotakan 5 (lima) orang diberangkatkan untuk melakukan pertolongan kepada korban. Selengkapnya…

DUA PASANG OWA JAWA DARI JGC-TNGGP DILEPASLIARKAN OLEH PRESIDEN JOKOWI

27 Apr 2015 | Kirim TemanCetak
aa

Bertepatan dengan perayaan Ulang Tahun Emas KTT-Asia Afrika di Bandung, pada tanggal 24 April 2015 Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya berkesempatan melakukan pelepasliaran owa jawa disaksikan beberapa delegasi peserta KTT di Bandung Jawa Barat. Momen pelepasliaran owa jawa menggambarkan semangat gotong royong negara-negara Asia Afrika untuk menjalankan pembangunan berkelanjutan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan penghargaan terhadap keanekaragaman hayati sebagai penyokong kehidupan. Keberhasilan Indonesia melakukan konservasi owa jawa di pulau yang terpadat penduduknya di dunia, merupakan komitmen kuat Indonesia dalam menjalankan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Selengkapnya…

Andi Prasetyo meninggal dunia di Jalur Gunung Putri

19 Apr 2015 | Kirim TemanCetak

Press release

Andi Prasetyo (37 th) warga Jl. H. Ipin, Pondok Labu Jakarta meninggal dunia pada hari Sabtu /18/4/2015 pukul 10.00 WIB ketika hendak mendaki Gunung Gede di Taman Nasinal Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Diduga penyebab meninggalnya adalah kelelahan akibat terlalu diporsir yang menyebabkan kecelakaan. Lokasi meninggal adalah di Pos Bayangan atara Pos 1 (information Center Lama) ke pos 2 (Legok Leunca).

Selengkapnya…

Kegiatan

Penanganan sampah pasca libur panjang di Gunung Gede Pangrango

5 Mei 2015 | Kirim TemanCetak

Sampah pendakian merupakan permasalahan yang harus ditangani secara kontinyu, dengan jumlah pendaki yang 600 orang/hari dimana waktu pendakian 2 hari maka jumlah pendaki 1200 orang dalam satu waktu di Gunung Gede Pangrango.  Hari libur panjang dapat menyebabkan jumlah pendaki yang banyak, bahkan beberapa diantaranya memilih untuk menambah jumlah hari yang tentunya menyalahi di TNGGP kecuali memiliki 2 Simaksi.
Berapa jumlah sampah akibat liburan pada tanggal 3-5 April 2015? Sehingga menimbulkan polemik yang menyatakan sampah di Gunung Gede seperti di Bantar Gebang? Jika pendaki membuang sampah kurang lebih 0.5 kg maka perkiran jumlah sampah berkisar  0.5 x 1800 orang sama dengan 900 kg dalam bentuk plastik, botol, kaleng bahkan peralatan pendakian yang rusak. Selain itu permasalahan sampah ini makin bertambah seiring dengan trend para pendaki yang menuliskan pesan dikertas dan diupload di media sosial, jumlah sampah kertas berisi pesan ini hingga ratusan lembar berserakan disepanjang kawah hingga alun-alun suryakencana. Selengkapnya…

PENANAMAN POHON DALAM RANGKA HARI BUMI SEDUNIA DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO

27 Apr 2015 | Kirim TemanCetak

Dalam rangka  restorasi dan mempertingati Hari Bumi Sedunia,  pada hari Rabu, tanggal 22 April 2015 bertempat di Blok Ciputri Resort PTN Wilayah Gunung Putri, Seksi PTN Wilayah 1 Bidang PTN Wilayah 1 Cianjur, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon dengan mengambil tema “Satu Pohon Satu Kehidupan”. Kegiatan yang dinisisasi oleh Seksi PTN Wilayah I ini terselenggara atas kerjasama antara Balai Besar TNGGP dengan Masyarakat Peduli Alam Nusantara (MAPAN), dengan didukung Lion Club International District 307 B1.
Kegiatan penanaman ini dihadiri oleh Balai Besar TNGGP, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Polres Cianjur, Kodim Cianjur, Muspika Kecamatan Pacet, Desa Sindangjaya, First Aero Limited, Pramuka, Satpol PP Kab Cianjur, Wanadri, SDN Limusnunggal 01 Cileungsi Kabupaten Bogor, Masyarakat Mitra Polhut, Volunteer TNGGP dan Masyarakat Kampung Gunung Batu Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Sedangkan Jumlah bibit yang ditanam dalam kegiatan tersebut berjumlah 10.000 bibit yang terdiri dari bibit Rasamala, Puspa, Kisireum, Kihujan, Huru dan Manglid. Selengkapnya…

Artikel

Analisa Banjir Bandang Ciguntur Leutik 17 Desember 2012

9 Mar 2015 | Kirim TemanCetak

oleh Ardi Andono

Peristiwa terjadinya banjir bandang dan longsor di pertemuan anak sungai antara anak sungai Ciguntur dan anak sungai Ciguntur Leutik pada tanggal 17 Desember 2012 telah menyebabkan adanya korban dan kerugian materi baik hancurnya perumahan maupun jembatan yang berada disepanjang sungai Ciguntur. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melakukan analisa sebagai berikut:

A. Waktu dan Lokasi

1. Banjir Bandang terjadi pada hari Senin, 17 Desember 2012, Pukul 15.12 WIB wilayah kerja Resort PTN Gunung Putri di luar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dengan koordinat   6°44′50.48″S-107° 2′45.99″E atau tepatnya ± 200 m dari perpotongan jalan Cipanas-Cianjur dengan hotel Sanggabuana Cipanas.

Selengkapnya…

KUJADIKAN DOMBA SEBAGAI ALAT PRODUKSI

21 Agu 2014 | Kirim TemanCetak

KTH Berkah Mandiri

Sejak tahun 1986, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah merintis pembentukan kader konservasi, dimulai dengan pelatihan anak-anak sekolah sebagai “pengenal konservasi “ dilanjutkan dengan pelatihan dan pembentukan “kader konservasi”. Sampai saat ini Balai Besar TNGGP telah melatih dan membentuk kader konservasi sumber daya alam tidak kurang dari 1.000 orang, yang terdiri dari para pelajar, pemuda karang taruna, petani dan lain-lain. Sudah banyak para kader ini yang sudah berhasil Selengkapnya…