Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

The Oldest Tropical Mountain Rain Forest of Java

 


Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]
Berita

Penutupan Kegiatan Pendakian 1 s/d 31 Agustus 2014

22 Jul 2014 | Kirim TemanCetak

Surat Keputusan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Nomor SK. 156/IV-11/TU.3/2014 tanggal 15 Juli 2014, tentang penutupan kegiatan pendakian untuk umum dari tanggal 1 s/d 31 Agustus 2014 dalam rangka pencegahan bahaya kebakaran dan pemulihan kondisi ekosistem kawasan hutan TNGGP sebagaimana terlampir :

KANCIL PUN LINCAH BERAKTIFITAS

18 Jul 2014 | Kirim TemanCetak

KELOMPOK PECINTA ALAM CILIK DARI SD NEGERI  CIMACAN I CIPANAS CIANUR

Selamat !, Untuk SDN Cimacan I

Meskipun telah dimulai sejak tahun 1980-an,  namun pembinaan para pelajar di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) lebih intensif mulai tahun 90-an, dengan dimulainya program Perkemahan Konservasi serta melanjutkan dan mengembangkan program School Visit dan program Visit to School.  Dipenghujung tahun 90-an muncul program sekolah binaan untuk sekolah dasar dan sekolah lanjutan tingkat pertama.  Satu diantara 15 SD  yang menjadi sekolah binaan adalah SDN Cimacan I Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Selengkapnya…

DIBALIK KISAH PENGUNJUNG TERSESAT DI RAWA GAYONGGONG-AIR TERJUN CIBEUREUM- TNGGP

17 Jul 2014 | Kirim TemanCetak

Foto Kiri : Obig Penemu korban dan kanan Rian Sebagai Korban. Di foto pada Kamis jam 08.00 WIB

Pada hari Rabu tanggal 16 Juli 2014 sekitar jam 09.00 WIB, datang rombongan wisatawan untuk reservasi di Pondok Kerja Resort Mandalawangi - Cibodas Seksi PTN Wilayah I Cibodas Bidang PTN Wilayah I Cianjur sebanyak 12 orang dengan tujuan air terjun Cibeureum yang berasal dari Kampung Rambutan Jakarta. Selengkapnya…

Kegiatan

“Menuju Wahana Pendidikan Konservasi Kelas Dunia”

24 Apr 2014 | Kirim TemanCetak

Workshop pada koordinasi Forum Komunikasi dan Koordinasi Cagar Biosfer Cibodas

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan areal inti Cagar Biosfer Cibodas (CBC). Cagar Biosfer menjadikan suatu kawasan yang konsep pengembangannya menggambarkan keselarasan hubungan antara pembangunan ekonomi, pengembangan sosial melalui pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan, dimana keseimbangan hubungan manusia dan alam tetap terjaga. Dengan demikian Cagar Biosfer merupakan  kawasan yang sesuai untuk mengimplementasikan pendekatan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dengan memperhatikan tiga pilar yaitu : ekonomi, sosial, dan lingkungan secara selaras dan seimbang. Selengkapnya…

“Selamat Ulang Tahun TNGGP”

3 Apr 2014 | Kirim TemanCetak

TNGGP berulang tahun di musim basah

Pada tanggal 06 Maret 2014 ini Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berulang tahun yang ke-34.   Hari jadi TNGGP ini ditetapkan berdasarkan tanggal diumumkannya kawasan konservasi ini menjadi Taman Nasional yang pertama di Indonesia (bersama empat Taman Nasional lainnya), oleh Menteri Pertanian.  Sebelumnya kawasan konservasi di kompleks Gn. Gede Pangrango berstatus sebagai cagar alam tertua di Indonesia, ditetapkan berdasarkan Besluit van den Gouverneur General van Nederlandsch Indie pada tanggal 17 Mei 1889. Selengkapnya…

Artikel

KUJADIKAN DOMBA SEBAGAI ALAT PRODUKSI

19 Mei 2014 | Kirim TemanCetak

KUJADIKAN DOMBA SEBAGAI ALAT PRODUKSI

KTH Berkah Mandiri

Sejak tahun 1986, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah merintis pembentukan kader konservasi, dimulai dengan pelatihan anak-anak sekolah sebagai “pengenal konservasi “ dilanjutkan dengan pelatihan dan pembentukan “kader konservasi”. Sampai saat ini Balai Besar TNGGP telah melatih dan membentuk kader konservasi sumber daya alam tidak kurang dari 1.000 orang, yang terdiri dari para pelajar, pemuda karang taruna, petani dan lain-lain. Sudah banyak para kader ini yang sudah berhasil mengembangkan diri dan membentuk kelompok, seperti kelompok Volunteer Eagle, Evergreen, Paguyuban Lokat Mala, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Berkah Mandiri.

KTH Berkah Mandiri dikembangkan oleh dua kader konservasi bentukan Balai Besar TNGGP tahun 2012, Didin Jaelani dan Heri Hidayat, warga kampung Geger Bentang Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur. Selesai pembentukan kader, pada tahun itu pula, mereka berdua membentuk KTH Berkah Mandiri, Didin Jaelani duduk sebagai ketua kelompok dan Heri Hidayat sebagai sekretaris, sedangkan jabatan bendahara dipegang oleh Dadin. Sampai saat ini kelompok KTH Berkah Mandiri beranggotakan 20 warga masyarakat kampung Geger Bentang. Selengkapnya…

Adopsi pohon metode MIYAWAKI

21 Apr 2014 | Kirim TemanCetak

Adopsi pohon metode MIYAWAKI

sebagai Destinasi Wisata Baru TNGGP

Program adopsi pohon  adalah salah satu upaya rehabilitasi lahan hutan yang terdegradasi dengan melibatkan orang lokal (sebagai pelaksana penanaman dan pemeliharaan) dan  adopter sebagai penyandang dana, serta operator (sebagai pengelola kegiatan).

Saat ini Balai Besar TNGGP, sedang gencar-gencarnya melaksakan upaya restorasi kawasan, sehubungan dengan adanya alih fungsi kawasan hutan  dari hutan produksi /lindung Perum Perhutani menjadi kawasan konservasi  di bawah pengelolaan Balai Besar TNGGP.  Sebagian kawasan alih fungsi mengalami degradasi akibat penggarapan oleh masyarakat (eks PHBM). Selengkapnya…